Hobi Seorang Ade


Bicara mengenai hobi, dapat di pastikan membayangkan berbagai macam kegiatan. Setiap orang memiliki hobi yang berbeda-beda. Contohnya seperti makan, masak, travelling/jalan-jalan, segala kegiatan yang dapat membuat seseorang yang menjalaninya merasa senang. Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia di https://id.wikipedia.org/wiki/Hobi, Hobi adalah kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang untuk menenangkan pikiran seseorang. kata Hobi merupakan sebuah kata serapan dari Bahasa Inggris “Hobby“. Jadi inti dari hobi ialah segala sesuatu yang membuat kita menjadi senang.

Setiap orang pasti memiliki hobi, termasuk Saya pribadi. Kalau di pikir-pikir, Saya memiliki beberapa hobi, itu pun bisa berubah-rubah, tergantung selera, dimana Saya tinggal, sapa saja yang ada disekitar Saya dan faktor-faktor lainnya. Tapi Saya akan membahas sebagian besar hobi-hobi Saya yang masih Saya jalani atau masih Saya senangi atau pernah Saya jalani walau sekarang sudah tidak lagi. Beberapa diantaranya seperti mengoleksi Gundam/model kit lainnya, papercraft, memelihara kelinci, memancing, jalan2/travelling, makan/ngemil, bermain game (ntah online or console) browsing internet. Mungkin masih ada beberapa lagi, namun saat menulis artikel ini, sebagian besar itu yang langsung terbayang bila membicarakan hobi.

Dari beberapa hobi Saya diatas, ada yang masih Saya jalani seperti mengoleksi Gundam/model kit lainnya. Hal ini terjadi karna membahas Gundam/model kit seperti tidak ada bosan dan habisnya. Ada saja hal-hal menarik atau hal baru yang bisa dinikmati. Seperti seri Gundam terbaru keluaran Bandai Jepang saat ini yakni seri Iron Blooded Orphans Season 2 (kalau gak salah). Saya hanya sebatas melihat dan memantau saja keluaran terbaru Bandai ini karna saya kurang tertarik.

Selain mengoleksi Gundam, Saya juga masih hobi kelinci. Saat ni masih memelihara sepasang yang dimana sang betina baru saja melahirkan. Sementara masih tahap pengembangan dulu. Selain itu Saya juga masih hobi browsing internet (wajar,jaman sekarang sapa yang gak browsing internet) entah itu sekedar buka Facebook , Google ,dll, atau browsing untuk mencari pekerjaan dan juga Saya main game online seperti DoTa 2.

Selain itu ada pula hobi Saya dulu ketika masih kuliah di Yogyakarta yaitu papercraft, sudah Saya bahas di artikel lainnya. Ada pula dulu hobi memancing. Disni maksud dari memancing ialah mancing ikan dikolam/sungai ya. Bukan mancing keributan/emosi orang. Walau kadang hal tu terjadi juga, haha. Ada pula dulu pas mash di Yogyakarta hobi jalan-jalan, karna Jogja sekitarnya banyak tempat wisata ya, jadi dikit-dikit jalan. Lumayan untuk sekedar cuci mata, melepas penat sejenak.

Mungkin segitu penjelasan agak panjang mengenai hobi seorang Ade Septiaji Wijaya. Bila ada kemauan, waktu, Saya akan memaparkan satu per satu hobi Saya diatas di blog Saya ini. Terima kasih.

Berikut beberapa foto dari beberapa hobi Saya.

Mengoleksi Gundam

Hobi Mengoleksi GundamHobi Mengoleksi Gundam 3Hobi Mengoleksi Gundam 2

 

 

Kelinci

img-20160406-wa0007wp_20160324_012

Jalan-jalan

wp_20160221_006

 

 

 

 

 

 

 

Game

instagramcapture_71b8af08-cb3a-4001-8dba-596432d2ea89_jpg

Dipublikasi di Hobi | Meninggalkan komentar

DREAM 2016


Happy New Year 2016
Mungkin kata-kata itu cocok untuk membuka tahun baru ini sekaligus pengantar untuk tulisan kali ini. Seperti ungkapan lama,”Tahun baru, semangat baru”. Tentu saja tak hanya satu itu saja yang diharapkan di tahun baru 2016 ini oleh kita semua. Selain semangat baru, tentu saja harapan akan umur panjang, kesehatan yang terjaga, rejeki yang melimpah, pekerjaan baru, dan harapan-harapan lainnya.
Selain doa dan harapan di tahun baru ini, kebiasaan lain dalam menyambut pergantian tahun masehi salah satunya ialah membuat resolusi. Entah itu resolusi pribadi,berdua dengan pasangan,keluarga,bahkan mungkin kelompok,tidak lah salah bila di awal tahun ini kita merumuskan langkah-langkah apa saja yang ingin kita lakukan dan harapan apa saja yang ingin kita capai di tahun baru ini. Termasuk Saya pribadi pun sebagai manusia biasa yang ingin mendapatkan penghidupan yang lebih baik dari sebelumnya, setidaknya harus memiliki resolusi atau rencana atau harapan.
Inilah resolusi Saya pribadi dan juga beberapa Sahabat Terbaik Saya di tahun 2016 ini yang di edit dan di publish oleh Nova Kurniawan. Beberapa ada yang membuat narasi nya sendiri namun ada pula yang belum, sehingga editor harus membuatnya. Besar harapan,bila semua yang tercantum ini bisa terkabul semua. Amin
=========================================================
……
(Play)
“I Dreamed a dream_Les Miserables Tribute_by Michael Henry & Justin Robinett”
….
There was a time when love was blind
And the world was a song
And the song was exciting
….
I dreamed a dream in time gone by
When hope was high
And life worth living
I dreamed that love would never die
….
That we will live the years together
….
I had a dream my life would be
So different from this hell I’m living
So different now, from what it seemed
….
(End)
Lagu diatas kuputer sambil nulis resolusi 2016 anak-anak BBB. Lagunya bagus, pilihan nadanya lembut banget. Tapi pas baca lirik utuhnya, yang awalnya kukira ngebawa kesan harapan, mimpi, motivasi, semangat malah kebalikan, lagu ini mengisahkan tentang tragis, kekecewaan, kesedihan, muram. Karena gak terima akhirnya kupotong-potong sebagian liriknya, dan jadilah kata-kata yang lebih baik (versiku, hehe).
Kadang mungkin hidup kita gak selalu indah. Terkadang, atau bahkan sering hal-hal yang gak kita harapkan terjadi datang tiba-tiba dan bikin hidup yang sudah cerah jadi gelap. Tapi justru disitulah indahnya hidup. Sebuah kisah perjuangan nan heroik akan lebih bermakna untuk dikenang ketika kita tua nanti. Membayangkan suatu saat nanti kita sudah punya anak, atau bahkan cucu, lalu kita ceritakan pada mereka kisah heroik ayahnya, membangun segalanya dari bawah, dan kita ajarkan pada mereka apa makna dari semangat dan kerja keras.
Kita gak kayak dulu masa SMA yang tiap hari bisa ketemu, main bola belakang mushola, ngurusin Rohis dari pagi sampe sore dan ngobrolin cinta-cintaan. Atau kayak zaman kuliah yang tiap libur kuliah selalu nyempetin ketemu dan ngelakuin hal-hal geje yang menyenangkan (dan sulit untuk terulang..). Contoh anak-anak Jogja ini pernah jalan-jalan ke Borobudur, Ketep, Masjid Agung Semarang, Klenteng Besar di Semarang sambil foto sama bababombpo (nama lain Hakim Bao), kaliurang, taman sari, parangtritis, Monjali, rafting dan semuanya naik motor. Jogja-Semarang naik motor, untung ga ke Malang naik motor juga.
We’re different now. Kita sudah bertanggung-jawab dengan diri sendiri. Peran orang tua sudah selesai ketika kita lulus kuliah. Saat ini, hidup kita ditentukan oleh apa yang akan kita lakukan (tentu tidak lepas dari izin Allah). Bahkan bukan cuma diri sendiri, sebagian dari kita sudah berani memantapkan langkah untuk bertanggung-jawab dengan jiwa-jiwa lain, istri dan anak. Maka bersyukurlah kawan karena kita yang sudah saling mengenal sejak hampir 15 tahun yang lalu, akhirnya diberikan kesempatan oleh Allah untuk memaknai arti dari tanggung jawab. Semoga kita tetap bisa bersama dan Insya Allah saling menguatkan.
Di penghujung 2015 ini beberapa dari kita sudah berumur 26 dan 27 tahun. Jika umur kita maksimal seperti Rasulullah, 63 tahun, maka usia kita sekarang sudah hampir setengah perjalanan dari usia keseluruhan hidup kita. Tinggal setengah lagi. Dan itupun kalo dikasih sama Allah. Kalo nggak bisa lebih pendek.
Maka akan sangat berbahagia kita, jika setiap tahun dari umur yang telah tersisa ini bisa dipenuhi dengan hal-hal yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat. Dan akan lebih mudah untuk kita, mengorganisasikan dan saling menguatkan apa-apa yang menjadi tujuan baik dari hidup kita. Kuncinya adalah jujur sama Allah. Kalo kita jujur sama Allah atas impian kita, tentang apa yang kita tulis dan rencanakan, maka Allah juga akan jujur sama kita.
Lets we talk about 2016! Dan inilah tujuan hidup kita bersama di 2016! Bismillah.
Note: beberapa anggota BBB mengirimkan narasi yang sudah lulus editing penulis, dan sebagian lain pure narasi mereka karena maqomnya ketinggian (penulis gak nutut), sebagian yang lain lagi tidak mengirimkan narasi sehingga diberikan sedikit narasi oleh penulis.
1566_10205680976679460_2021382759246535441_n
Birthy
Birthy sekarang tinggal di Cilegon bersama seorang istri dan seorang anak. Kerja di Krakatau Posco yang menurutnya udah kayak kerja rodi jaman penjajahan Jepang, mungkin lebih parah soalnya ini Korea. Dari subjektivitas penulis, keinginan utamanya sekarang ini adalah pindah kerja, alhamdulillah banget kalo bisa kerja di Bontang. Atau jika tidak bisa pindah, Birthy akan mencoba belajar untuk membangun bisnisnya sendiri. Mungkin berdasar pemikiran itu Birthy membuat resolusinya di 2016 berikut:
1. Membuka bisnis sampingan, prefer bisnis makanan
2. Pindah perusahaan lain, atau lanjut S2
3. Konsisten Baca Qurán tiap hari
10419556_10205680993399878_3997380683497192529_n1503427_10205680998520006_7567566688704856288_n
Detha
Detha pada 2015 berhasil menyelesaikan dua urusan besar: menyelesaikan studi S2 nya di UI dan meminang seorang ukhti-ukhti. Dia adalah satu diantara anggota BBB yang paling semangat sama urusan baca buku, diskusi dan menuntut ilmu setinggi mungkin. Darah aktivis banget lah. Dari resolusinya di bawah ini terlihat jelas bahwa arah hidup Detha adalah menjadi akademisi. Inilah resolusi yang ditetapkan Detha di 2016:
1. Menjadi dosen tetap UB
2. Menyelesaikan seluruh requirements Phd (Reff. Letter on Dec, IELTS on Dec, Ijazah/Transkrip English on Aug dan Research Proposal on March)
3. Nulis 1 Buku. Naik cetak di Publisher yang punya jaringan toko buku. (Accomplished all script on Sept)
10689482_10205680997719986_7164036740053907148_n.jpg
Abdi
Dari sekian anggota BBB, mungkin Abdi termasuk yang paling berani dalam konteks memilih pasangan hidup. Dia, sebagai seorang pribumi muslim, berani memilih istri dari kalangan tionghoa muallaf. Sebuah keputusan besar dengan berbagai resiko yang ga semua orang berani mengambilnya. Kegemaran Abdi untuk berpetualang dan menaklukkan tanah-tanah tertinggi di Jawa mungkin membentuk tekad yang jauh lebih keras dibanding teman-teman lainnya. Jelas keputusan besarnya itu membawa konsekuensi yang harus dijalani Abdi dalam menjalani kehidupan selanjutnya. Untuk 2016, sebagian besar tujuannya adalah membangun pondasi keluarganya dan menjalankan fungsi suami sebagai pendidik bagi istrinya. Dan inilah Abdi di 2016:
1. Menjadi suami dan ayah yang baik dan keren
2. Punya anak 1 dulu
3. Mengajari dan belajar ngaji dari awal lagi sama istri
4. Belajar keteladanan Rosul sama istri
5. Sholat magrib dan isya bareng istri di masjid
6. Punya rumah sendiri
1506646_10205681015320426_102592054795065942_n
Dan dibawah ini resolusi 2016 beserta narasi yang telah dibuat oleh masing-masing kawan:
999953_10205681684257149_6598069894136821980_n
Irul
“2015:
Sangat indah bila diingat. Rasanya memang aku kurang bersyukur.
Dalam dunia usaha, aku sempat jalani rasanya jadi pengusaha, penjual lah sebenernya. Toko Biasa berjalan mungkin kurang lebih 4 bulan, setelah itu sampe saat ini dilanjutkan oleh Ortuku karena aku pindah rumah.
Dalam pekerjaan, 20 Mei 2015 akhirnya aku telah meraih status karyawan tetap di tempatku berkarya. Berlanjut di bulan Ramadhan dipercaya menjadi Kapten Tim Ramadhan, dg visi realisasi program terbaik dan pembiayaan terminim, Alhamdulillah tercapai. Kedekatan dg banyak karyawan lain yg jadi panitia semakin baik, sangat menunjang karirku di kantor.
Di sisi lain, keputusan besar pada awal tahun telah ku ambil, meminta istriku utk berhenti dalam pekerjaannya, resign. Jujur gaji istri sangat lumayan utk menopang keuangan keluarga. Namun aku percaya, rejeki istri akan tetap bergabung dg rejeki suami. Alhamdulillah, tanpa sadar, kami masih hidup sampe saat ini. Setelah membeli ini itu, melalui kehamilan dan persalinan serta aqiqah, kami masih berkecukupan.
Terakhir, sebagaimana sedikit disebut prosesnya barusan, aku telah punya anak. Ya, anak, bukan anaknya ibuku, bukan adikku, bukan keponakanku, buka sepupuku, dia – anakku… Setelah 1 tahun cemas menunggu, akhirnya hamillah istriku. Melalui perjuangan kehamilan yg penuh kehati-hatian, lalu ke perjuangan persalinan yg sangat hebat, berlanjut sekarang perjuangan untuk mengurus bayi dg ASI ekslusifnya hanya berdua, tanpa ada yg membantu di rumah. Ya, telah muncul jagoanku, Alhamdulillah, di bulan scorpio, sama denganku.
Dengan semua itu, sudah tidak ada alasan untuk tidak berubah lebih baik lg.
Bertambah dalam syukur, berkurang dalam khilaf dan dosa, BER-TO-BAT.
Jadi, harus ku buat resolusi yg lebih menantang di tahun depan, 2016.
Resolusiku (irul) untuk tahun 2016:
1. Stop nonton video porno –> tidak sekalipun terputar tayangan dalam laptop, HP, dan TV gambar/video yg porno/mengundang hasrat, segera mengganti chanel/mematikan/menghapus bila muncul diluar kehendak.
2. Khatam baca terjemahan Al-Quran –> tiap jam 4 sore di kantor selama sejam baca terjemahan, krn memang kebiasaanku pulang kerja jam 5, dan mmg mgkn bisanya cuma di kantor, krn kalo di rumah uda tersita untuk gantian ngurus junior.
3. Perut six-pack –> rutin fitnes di rumah (bangun tidur, pulang kerja, sebelum tidur), aktif futsal, menjuarai 1 piala kejuaraan futsal, menjaga menu dan pola makan, sehat-sehat-sehat.
Sekian.”
10334259_10205681032640859_2769905468650027793_n
Zery
“2013 sampai 2014 merupakan tahun terburuk yang pernah aku alami. Mencoba kuat, tegar, dan pasrah adalah hal yg bisa ku lakukan saat itu. Berbagai macam cobaan datang. Derasnya air mata tak mampu mengobati kegelisahan. Hingga pada akhirnya aku mencoba bangkit dengan berbagai cara.
2015. Aku bangkit kembali dengan impian-impian yang baru. Alhamdulillah, perlahan 2015 memberikan banyak pelajaran yang bisa di ambil dari pengalaman terdahulu yang membentuk diri ini untuk menjadi lebih baik.
Di tahun 2016, diri ini berharap menjadi pribadi yg lebih baik lagi. Pribadi yg mampu memikul tanggung jawab yg lebih besar lagi.
Resolusiku untuk tahun 2016 :
1. Sholat 5 waktu di mesjid ( saat ini masih susah untuk sholat subuh di masjid)
2. Hapal juz 30 ( 1 bulan 1 surah)
3. Olahraga minimal 2 kali seminggu (turun berat badan dari 80kg ke 70 kg)
4. Total berhenti merokok
5. Memiliki pekerjaan tetap (penghasilan tetap)
6. Memiliki usaha (penghasilan tambahan)
7. Melamar calon ibu dari anak-anak hebat ku nanti
8. Menikah (bisa 2016 atau 2017)
9853_10205681036200948_5117216705722348233_n
21474_10205681039281025_5704033757228594621_n
Rizqi
“2015 seperti kanvas awalku menuangkan lukisan kehidupan. Tahun dimulainya segala hal yg menjadi titik awal kehidupan yang penuh tanggung-jawab. Keputusan penting, langkah kongkrit, tanggung-jawab besar, semuanya dimulai dari 2015.
Sejak Juli 2015, aku telah melakukan kerja mandiri di salah satu Rumah Sakit terbaik di Kaltim. Namun demikian aku tidak mendapat chemistry yang baik untuk menyusun masa depan di sana. Sementara kontrakku masih tersisa 6 bulan, aku memutuskan untuk mengambil keputusan besar yang beresiko dengan apply di RS PKT per Desember 2015 tanpa ijin orangtua. Langkah ini hanya aku diskusikan dengan istriku, sempat ada perdebatan walaupun akhirnya dia setuju. Alhamdulillah langkah ini diberi kelancaran oleh Allah. Istikharah langsung terjawab dengan proses seleksi yang cukup lancar.
Setelah perpindahanku besok bulan Januari 2016, aku harus benar-benar bertekad untuk membangun karirku yang akan menjadi dasar tekad untuk berbisnis di tahun-tahun berikutnya. Selama 1 tahun di tahun 2016 aku harus bangun pilar/pondasi keuanganku. Insya Allah soal pekerjaan sudah fix dan sudah aku sampaikan ke orangtuaku walaupun mereka kurang setuju.
Target berikutnya di tahun 2016 adalah ingin menginjak tanah bangsa lain bersama istri. Ini akan kami wujudkan jika belum dikaruniai putra/putri di tahun ini. Semacam win win solution dengan Allah. 󾍇
Tahun 2015 juga adalah tahun terbahagiaku selama 26 tahun terakhir. Mungkin ini penyebab kenaikan berat badanku yang sangat signifikan. Walaupun ada resolusi menurunkan berat badan di tahun ini, namun sangat tidak berjalan sesuai rencana. Berniat menurunkan BERAT BADAN dari 68kg ke 62kg justru malah naik hingga 72kg. Dampaknya sangat banyak. Baju, celana, skill futsal, stamina, semua jadi korban. Jadi resolusi turun BERAT BADAN hingga 60kg wajib tidak boleh absen di tahun 2016 besok. Pengorbanan yang akan kuambil adalah resolusi STOP MAKAN NASI selama 1 tahun. Ramadhan tidak boleh jadi alasan. Bismillah… 60 KG BISA!!!
Resolusi duniawi udah nih. Rabbana aatina fiddunya khasana, wa fil aakhirati khasana wa kinaa adzaabannar. Pengen nambah koleksi surat pendek di juz 30 lah. Biar jadi imam ga dibatin sama makmumnya “Pasti andalannya surat ini. Cih!” Hahaha… Astaghfirullah.. Jelek betul niatku. Ya pokoknya pengen nambah hafalan surat aja minimal 3 surat.
Dah lama banget juga aku ga berdakwah yang secara harfiah maksudnya tausiyah. Tahun ini aku mau bentuk image baik biar meyakinkan kalau dikasih amanah jadi pen-tausiyah. InsyaAllah target bisa isi tausiyah minimal 3x dan mungkin Kurma bisa jadi wadah yang baik.
Nah, ada satu lagi yg jadi uneg-uneg sejak ramadhan tahun 2014 lalu. Ayahku selalu mengajak untuk ikut kelompok 1 day 1 juz dan aku selalu menolak hingga ramadhan kemarin. Di 2016, aku berniat untuk mengajak teman-teman untuk membentuk grup 1 day 1 juz minimal mulai Ramadhan besok. Tapi aku berharap bisa dimulai lebih awal. Bismillah…
Yup! Itulah resolusi sederhanaku untuk 1 tahun kedepan yang Insya Allah diberi kelancaran untuk menunaikannya. Intinya kalau ada niat baik, Allah pasti memberikan hal baik. Kalaupun meleset tidak sesuai rencana, aku yakin Allah me-melesetkan rencana kita ke hal yang jauh lebih baik. Trust me, it’s happen on me.
Pemimpi Pemula”
 10636863_10205681043401128_5526498417527065305_o
Lendl
“Rabu, 30 Desember 2015. Narasi ini ditulis disela waktu rehat proses input data pra report keuangan tahun 2015, bada dhuha, disebuah ruangan kerja kecil dikantor yang tidak lebih besar dari kamar tidur dirumah. 2015 sudah dipenghujungnya, tidak lebih dari 2×24 jam 2015 sudah akan pergi meninggalkan sekelumit cerita pahit manisnya bersama sejarah yang sudah terukir indah ditahun ini.
2015, banyak cerita dan capaian ditahun ini, yang mungkin tidak lebih spesial dari kisah sukses teman-teman. Tapi paling tidak, semua capaian dan cerita itu sudah dapat aku dan istri maknai dan syukuri dengan cara sederhana yang kami bisa lakukan. Januari 2015 alhamdulillah menjadi tahun kedua pembuktian pribadi bahwa seorang Pelaksana dapat menyelesaikan report keuangan yang seharusnya menjadi beban Kepala Seksi, tanpa pendampingan dan pengawasan langsung dari atasan, dan pencapaian awal itu pun untuk kedua kalinya telah diakui akuntabilitasnya (aku A,Md tapi bukan ahli manipulasi data) oleh KAP PWC (katanya sih big four di Indonesia). Dilanjutkan, 11 Februari 2015 mejadi hari kenaikan Grade pertama selama bekerja di Pupuk Kaltim. Pelaksana Madya ke Pelaksana Utama, kenaikan yang mengobati duka penantian selama 108 hari kalender yang kalau sesuai dengan peraturan yang berlaku hak itu sudah di dapat di 28 Oktober 2014, Alhamdulillah, ya walaupun masih tetap Pelaksana.
Ramadhan 1436 H, terasa lebih sibuk dan melelahkan dari Ramadhan sebelumnya, karena tahun ini aku diamanahkan Perusahaan untuk jadi Ketua Panitia Ramadhan PT Pupuk Kaltim 1436 H dengan tema Ramadhan GAUL (Geloran Amal sholeh dan Ukhuwah isLamiyah). Lagi2, menurut trend yang sudah2, amanah ini selalu diberikan pada yang bertitle S1 (Grade Staf bukan Pelaksana). Alhamdulillah dilalui dengan baik dan banyak pembaharuan, menurut para senior. Alasannya karena di kepanitiaan kali ini, akhirnya dapat menghimpun banyak sekali karyawan muda ikhwan akhwat dan Rohis SMA YPK (Organisasi tercinta) untuk bergabung dalam kepanitiaan dan meramaikan setiap kegiatan Ramadhan. Untuk periode kali ini pun pencapaian peserta seminar Ramadhan terbanyak akhirnya terpecahkan yaitu +/-400 peserta, karena biasanya paling banyak hanya 100-200 peserta, alhamduillah. Membacakan laporan ketua panitia Ramadhan saat sholat Ied didepan puluhan ribu jamaah Sholat Idul Fitri juga akhirnya tercapai, Alhamdulillah.
Setelah setahun lebih membina keluarga bersama dr.Pristi, akhirnya di September 2015 kami tinggal dirumah sendiri dan punya mobil walaupun akhirnya kembali dijual untuk melunasi rumah, tapi setidaknya pernah punya mobil dengan tabungan kami sendiri, Alhamdulillah. 1,5 tahun membina rumah tangga dan belum juga dikaruniakan keturunan, akhirnya aku dan pristi memutuskan untuk mulai program untuk memiliki anak, dan Alhamdulillah setelah kami berdua dinyatakan sehat, sebelum memulai terapi, istri sudah positif hamil dan kini sudah masuk ke bulan kelima yang diperkirakan Insyaallah anak kami lahir bulan Mei 2016, aamiin. Ini anugerah terindah pernikahan kami.
Kalau kata orang, ini bagian dari rezeki calon anak, aamiin, pada Senin 7 Desember 2015 pasca membacakan sejarah singkat PT Pupuk Kalimantan Timur (Ini tahun keempat membacakan ini, karena sementara belum ada gantinya) di HUT yang ke 38 seperti biasa ada pembacaan SK pemberian penghargaan bakti kerja sewindu, dwiwindu, dan triwindu juga penghargaan karyawan teladan dan inovator dan alhamdulillah diantara sekian banyak penghargaan namaku disebut sebagai penerima penghargaan Karyawan Teladan, Masyaallah, sungguh man jadda wa jadda dan doa Ibu juga motivasi ayah, jadi senjata ampuh kawan untuk menjemput cita2. Diakhir tahun ini pun Tim Penulisan Buku Sustainability Report PKT yang aku koordinatori, mendapatkan penghargaan Commendation Best Disclosure of Waste Management di ajang Indonesian Sustainability Report Award, Alhamdulillah.
Selama 2015, Allah masih mengizinkan untuk terus berbagi ilmu dengan adik-adik SD, SMP dan SMA yang mengundang aku untuk memberikan motivasi dan muhasabah di sekolah mereka, kurang lebih 15x. Kepercayaan menjadi MC akad nikah 4x dan resepsi 1x, kesempatan dan pengalaman juga peluang pendapatan tambahan (tidak kena pajak) yang cukup menggiurkan, hehe..
Sebagai penutup, Resolusi 2016 kali ini aku coba untuk menetapkan 3 target utama, antara lain:
1. Sholat 5 waktu berjamaah (diikhtiarkan di masjid, apalagi jarak rumah ke masjid hanya 100 langkah kaki).
2. Punya tabungan Rp50juta untuk mendaftar haji bersama istri.
3. Turun berat badan 20kg, ini yang paling berat. Sudah di fasilitasi Allah dengan dapat doorprize sepeda gunung di 2015 jadi akan diperjuangkan. Apalagi aku udah muak dengan pernyataan tiap orang yang bertemu dengan kebengkakan ini, kasian hati ini terus tersinggung kasian juga orang yang ngomong jadi dapat dosa gara2 liat aku.
Sebagai penutup untuk kalian semua sahabatku, sukses kita semua ada pada tajamnya lidah Ibu saat berdoa, jadi jangan segan2 untuk meminta doa apapun selagi beliau masih ada dan sanggup berdoa tulus ikhlas dan penuh harap pada Allah untuk kita.
Salam perjuangan menjemput kesuksesan buat kita semua, Barokallahu fik ya ikhwah..”
10441222_10205681544413653_5645166577541523669_n
10390251_10205686077126968_7738181622554104245_n
Ade
Bila menoleh kembali setahun kebelakang, 2015 bisa disebut sebagai tahun keberhasilan dan langkah baruku. Masih teringat jelas, akhir 2014 harus ditutup dengan kesedihan karena terlambatnya pendaftaran wisuda yang seharusnya dapat dilakukan pada bulan Desember. Atas keterlambatan itu akhirnya wisuda dilakukan di Februari 2015. Menyedihkan karena perjuangan untuk memenuhi persyaratan wisuda cukup melelahkan dan harus berkejaran dengan waktu. Besar harapan bahwa lembaran 2014 dapat ditutup dengan wisuda. Tapi sekeras-kerasnya pribadi ini berusaha, bila Allah tidak menghendaki, tak kan jadi. Kegagalan tersebut karena aku salah memahami batas waktu pendaftaran wisuda, yang menyebabkan pendaftaran yang aku lakukan telat 2 hari. Mau tidak mau sambil menangis aku sampaikan kepada ortu bahwa wisuda tidak dapat dilakukan di akhir 2014.
Setelah menunggu sebulan lebih, akhirnya tiba hari yang kunantikan. Hari wisuda yang begitu spesial, bukan karena kutunggu sejak sebulan yang lalu, tapi karena hari itu selalu kuharapkan terjadi sejak awal perkuliahanku di tahun 2007, tepat 7 tahun 4 bulan yang lalu. Hari itu, 24 feb 2015, pribadi ini akhirnya diakui sebagai Sarjana Ekonomi, gelar Strata 1. Akhirnya perjuangan selama ini berbuah manis. Bahkan masih terasa manis bersama tulisan yang kubuat ini. Ucapan selamat datang silih berganti, secara langsung maupun tak langsung, dari bbm maupun fb, dari keluarga, sahabat, orang-orang terbaik dan orang-orang yang kukenal. Yup, seperti inilah rasanya menjadi bintang walau sesaat. Tidak akan pernah aku lupakan.
After that, party is over, live must go on. Wisuda usai, masuklah fase hidup selanjutnya, mencari pekerjaan. Dari sini lah kehidupan sebenarnya dimulai. Pribadi yang bukan lagi berusia remaja, namun belum juga bisa dikatakan matang dan dewasa.
Untuk bisa dikatakan matang dan dewasa, memiliki pekerjaan tetap menurutku salah satu komponen utamanya. Aku mulai disibukkan dengan kegiatan baru, googling lowongan pekerjaan, lihat-lihat informasi pekerjaan disana-sini, tanya sana sini, buat surat lamaran dan CV serta kirim keduanya bersamaan dengan berkas-berkas lainnya ke perusahaan di sana sini.
Ini lah hidup baru ku, bukan lagi mahasiswa, hanya lulusan S1 pengangguran yang sampai tulisan ini dibuat masih mencari pekerjaan tetap. Terhitung mulai dari Februari 2015 hingga Desember 2015, kurang lebih sudah hampir empat kali aku bolak balik Jogja-Palembang. Apalagi kalo bukan untuk mencari pekerjaan. Setelah wisuda aku memang merencanakan untuk mencari pekerjaan di Jogja. Tapi 3 bulan tanpa hasil membuatku harus kembali pulang. 5 tahun setelah terakhir kali aku kembali ke Palembang, akhirnya aku pulang. Agak aneh memang. Mungkin karena aku sudah lama merasa nyaman tinggal di Jogja dan tiba-tiba mendadak harus pindah ke lingkungan baru. Aku masih butuh penyesuaian. Beberapa bulan berselang tidak ada perubahan. Akhirnya aku kembali lagi ke Jogja. Setelah beberapa kali melakukan hal yang sama, akhirnya ortu dan keluarga menyarankan agar aku menetap di Palembang saja. Setelah beberapa pertimbangan dan keragu-raguan, akhirnya Desember 2015 aku memutuskan untuk pindah sepenuhnya di Palembang. Ditandai dengan KTP dan SIM ku yang telah tercatat di Palembang bukan di Bontang lg.
Bila melihat cerita diatas, sangat pas rasanya jika tahun 2016 kutetapkan sebagai tahun pribadi baru, bukan lagi mahasiswa, bukan lagi di Jogja, serba baru, termasuk doa dan harapan baru. Aku berharap di 2016 nanti dapat menjalani kehidupan baru yg lebih baik. aamin. Harapanku pada 2016 nanti, diri ini ingin:
1. Punya pekerjaan tetap (sunnah). Tidak ada yang perlu dijelaskan tentang apa itu pekerjaan tetap. Mengenai mengapa sunnah, mungkin ini keinginan orang tua, bukan dari keinginan diri sendri. Apa salahnya kan mengikuti keinginan orang tua dan melihat orang tua bahagia?
2. Punya pekerjaan sampingan/usaha/bisnis sendiri (wajib). Mengapa wajib? Karena ini lah mauku yang sebenarnya. Memang sedikit bertolak belakang antara kemauan ortu dengan kemauan pribadi. Mungkin itu juga sebabnya kenapa sampai sekarang aku belum diijinkan/dipinjami modal. Untuk usaha sendiri pun aku bagi dua. Pertama dan yang utama yakni kelinci, karena aku sudah punya pengalaman 2 tahun beternak kelinci. Yang kedua, usaha lain selain kelinci, apapun.
3. Konsisten tadarus al-quran setiap hari. Ini sebagai langkah kecil untuk tetap berusaha mendapatkan ridho-NYA selalu. aamiin
Jika dibandingkan dengan resolusi sahabat-sahabat yang lain, mungkin ini lah resolusi yg paling imut, sederhana nan kecil. Namun bukan berarti hati ini jadi kecil pula, tidak. Karena sesuatu yg besar itu diawali, dimulai dari sesuatu yang sederhana, kecil. Tidak akan jadi besar tanpa dimulai dengan yang kecil. Bahkan ini jd motivasi pribadi untuk membuktikan bahwa yang saat ini kecil, bakal menjadi besar suatu hari kelak. Tentu saja dengan action yg tepat dan serius, serta doa. Semoga. Amin.
943835_10205686078647006_882934272628872031_n
Nova
Penghujung tahun 2015, 27 tahun, 3 tahun masa kerja, 1 tahun pernikahan, 3 bulan mulai mengemban pekerjaan baru, dan 6 minggu 5 hari usia kehamilan istri (semoga sehat terus dedek). Mengingat kembali, apa yang telah dilakukan di tahun ini rasanya agak sulit, soalnya ga banyak hal monumental yang dilakukan, haha.
Beberapa hal yang bisa kuingat terjadi di 2015 dan sebenernya ga penting-penting banget adalah:
  1. Tahun ini aku akhirnya pindah KTP, setelah 26 tahun menyandang status sebagai warga Bontang. Yap, tahun ini secara resmi KTPku bersama Istri pindah alamat di Gresik. Artinya perpanjangan SIM, beli property, beli kendaraan, dsb bisa langsung dilakukan di Gresik tanpa minjem-minjem identitas orang tua/saudara.
  2. Pertama kali aku masuk kepanitiaan ramadhan di mesjid kantor. Pertama kali ngurusin administrasi acara ramadhan sendirian sebagai sekretaris umum lumayan butuh waktu dan tenaga. Ohya, terkait ramadhan, tahun ini target ga tercapai. Tilawah quran paling cuma seperempat dari khatam, walaupun tarawih lumayan banyak walaupun juga ada bolong-bolongnya.
  3. Pertama kali juga ikut bantuin kepengurusan marching band dan langsung mengetuai keikut-sertaan Marching Band Semen Indonesia di event Jember Open Marching Competition (JOMC), alhamdulillah juara 1 untuk kategori Brass Battle dan Single Color Guard. Lumayan butuh tenaga, pikiran, dan duit pribadi buat persiapannya, walaupun emang ga ada apa-apanya dibanding GPMB.
  4. Pertama kali punya rekan kerja yang bisa diajak kerja bareng, haha. Selama ini yang di unit kerja aku paling muda, akhirnya bisa berbagi pekerjaan.
  5. Pertama kali memutuskan untuk beli property, dengan pinjaman lunak dari orang tua yang aku targetkan lunas di 2017.
  6. Pertama kali merasai peran sebagai calon ayah, per tulisan ini dibuat usia janin istri baru 6 minggu 5 hari (semoga sehat). Akhirnya paham, dan agak sulit ditulis denga kata-kata tentang mengapa orang tua secara naluriah bisa begitu sayang sama anaknya.
  7. Pertama kali menerima amanah baru di kerjaan. Kalo yang ini gak usah dijelaskan lebih lanjut, haha
  8. Pertama kali menerima kenaikan GFF dari blue jadi silver (ga penting banget)
  9. Pertama kali melihara kelinci. Ini gara-gara istri rewel minta dibeliin kelinci. Akhirnya beli 2 kelinci dari temen dan sekalian bikin kandang 2x2x1 meter di depan rumah.
  10. Main-main ke beberapa tempat kayak batu malang, taman safari, mojokerto, gombong (nikahan rizqi) dan sebagainya
Jadi inget dulu jaman kuliah, taun baruan pasti ngumpul. Kita biasa nge”camp” di rumah satu orang temen yang jadi “base” temen-temen se-jogja-semarang-malang(kadang ikut juga). Kegiatannya macem-macem, maen pees lah, nonton film lah, futsal, bikin video-video ga jelas, jalan-jalan, dsb. Dulu kalo mw jalan karena duit terbatas ya patungan, tapi justru karena patungan itu jalan-jalannya jadi lebih kerasa bareng-barengnya. Dulu sering ngobrol-ngobrol kalo udah lulus kuliah mau ke mana, janjian mw ngapain di masa depan, dsb. Pernah semalaman suntuk ngadain “kontemplasi” pake lilin, trus paginya capek ngantuk dan tidur ampe siang, trus sarapan indomie goreng pertama yang dimakan di tahun itu.
Beberapa kali kita nongkrong di jalan laksda adisucipto, ngeliatin kembang api yang hampir 1 jam terus-terusan diledakkan secara serabutan. Masyarakat berkumpul semua, rame, hectic, semua tersenyum, ketawa, teriak-teriak ga jelas.
Kadang, kondisi “nge-street” itu yang sering bikin rindu. Aneh, di kondisi terbatas duit kayak dulu ketawa lepas itu udah hampir tiap hari. Lha sekarang, duit alhamdulillah ada rasanya malah bosan. Lagi-lagi, memang bukan masalah dimana dan bagaimana, tapi dengan siapa. Mungkin juga karena dulu banyak waktu bebas, maksudnya waktu diluar kuliah. Kalo sekarang kerja 8 jam sehari jadi cuma punya waktu jalan di weekend.
Di 2016 mau ngapain?
Mengingat waktu kerja 8 jam sehari, dan waktu jalan-jalan di weekend, maka resolusiku di 2016 ga bisa banyak-banyak. Cukup empat aja:
1. Hafal juz 30 di 2016
2. Khatam Qurán di ramadhan 2016
3. Belajar masak
4. TOEFL Score 550
Selesai. Resolusi anggota BBB sudah tertulis dan semua jadi saksi, pengingat, penguat, Insya Allah. Bismillah semoga semua tercapai. Aamiin.
……
Baru-baru ini penulis menulis status di facebook,
“Kayaknya baru kemarin pemilu dan kita debat masalah Prabowo-Jokowi, dan sekarang sudah setahun lebih. Gak terasa. Kalo tahun baru, pasti ingatnya Jogja, libur kuliah, ngumpul, jalan-jalan, senang-senang, dan itupun rasanya baru kemarin, gak terasa sudah berapa tahun baru kita lewati setelahnya. Waktu cepat berlalu ya.”
Dan status ini terjawab oleh seorang teman. Mengapa waktu seperti cepat berlalu. Yang terjadi adalah waktu tetap saja, tidak berubah, hanya persepsi kita memaknai waktu yang berubah. Mengapa bisa berubah? Mari kita berpikir. Dulu saat umur kita masih 1 tahun, maka 1 tahun merupakan keseluruhan hidup kita. Saat kita berumur 5 tahun, waktu 1 tahun adalah seperlima dari seluruh hidup kita. Dan saat kita berumur 27 tahun, waktu 1 tahun hanyalah seper-dua-puluh-tujuh dari seluruh hidup kita. Artinya kita sudah melewati waktu setahun selama 27 kali sehingga membuat persepsi kita terhadap waktu berubah. Waktu satu tahun bukan lagi menjadi sesuatu yang spesial dan lama karena kita telah melaluinya selama 27 kali. Lalu bayangkan apa yang terjadi ketika sudah berumur 70 tahun? Seberapa cepat kita akan merasai pergantian tahun?
Banyak dari kita masih terbiasa untuk menunda pekerjaan, mengatakan pada diri kita bahwa “tenang saja, pekerjaan ini sudah saya rencanakan besok, sekarang santai-santai dulu”, dan tanpa sadar akhirnya waktu telah berlalu lebih cepat dari yang kita rasakan. Do things now, don’t do things later!
Kawan, baru saja sehari yang lalu penulis berbincang dengan seorang rekan kerja tentang masa pensiun, masa tua. Beliau, yang orang Yogyakarta, berencana untuk menghabiskan sisa hidupnya selama pensiun untuk tinggal di Surabaya. Spontan saya bertanya, apa yang membuat kota megapolitan yang hiruk pikuk seperti Surabaya lebih dipilih untuk menghabiskan sisa pensiun dibanding Yogyakarta, kota wisata yang apa-apanya serba murah dan lingkungannya tenang dan nyaman? Satu jawabannya: teman. Rekan kerja ini memiliki banyak teman di Surabaya, dan sama sekali tidak memiliki teman di Yogyakarta.
Kebetulan beliau pernah menjabat sebagai direktur Dana Pensiun dan sering berkomunikasi dengan para pensiunan. Dan satu fakta yang sering dia temui ketika berkomunikasi dengan para pensiunan adalah perasaan tidak dihargai oleh orang lain. Dulu mereka masih gagah, muda, punya jabatan, namun ketika pensiun tiba-tiba lenyap begitu saja, mereka menjadi tua, lemah, dan tidak memiliki kegiatan. Dulu yang anaknya tinggal di rumah, sekarang tinggal berdua dengan istri/suami atau bahkan ada yang tinggal sendirian karena anaknya sudah merantau ke beberapa daerah.
Dalam kondisi seperti itu ternyata rekan kerja ini menemukan bahwa pada periode pensiun atau masa tua, ada satu kebutuhan paling penting yang tidak bisa digantikan, yaitu teman. Kita-kita ini di masa tua akan membutuhkan teman untuk saling berbagi dan saling bercerita. Rasanya akan sangat asyik ketika umur sudah tua lalu kita saling menceritakan hal-hal lucu dan menarik yang terjadi di masa muda, dan akan sangat menyedihkan ketika di saat kita tidak bisa melakukan apapun secara bebas, fisik lemah, dan tidak memiliki kegiatan, kitapun tidak memiliki teman.
Rekan kerja ini kemudian bertanya, “kamu nova, punya teman SD yang sampai sekarang masih sering berkomunikasi?”, alhamdulillah, jujur penulis sangat bersyukur sampai saat ini lingkaran persahabatan ini masih tetap terjaga walaupun sempat tersandung dalam beberapa kali perjalanannya. Dan dalam jawaban kepada rekan kerja ini, penulis terdiam beberapa saat. Menunduk sejenak. Berdoa agar lingkaran ini tetap bisa terjaga sampai tua, sampai ajal menjemput. Semoga Allah menjaga lingkaran kita kawan.
Aamiin.
Dipublikasi di Curahan Hati | Meninggalkan komentar

Dilema nge-blog.


Awal dari niat membuat blog tahun 2013 lalu dengan memposting beberapa tulisan sebagai langkah awal. Pada saat itu memang sedang hangat-hangatnya Saya menggeluti hobi papercraft. Maka jadilah beberapa postingan awal Saya mengenai cerita awal membuat blog ini dan postingan tentang papercraft.

Berjalan seiring waktu, satu tahun lebih tepatnya sejak postingan pertama tanggal 1 Juli 2013. Waktu yang cukup panjang namun ternyata selama itulah Saya absen mengisi blog Saya ini. Sejak waktu itu, total hanya 3 postingan yang baru Saya keluarkan. Memang bukan hobi Saya untuk menulis dan juga kesibukan lain semisal menyelesaikan kuliah membuat Saya agak banyak ‘melupakan’ untuk mulai lagi nge-blog.

Semasa Saya tidak nge-blog, alhamdulillah berhasil menyelesaikan juga studi kuliah Saya yang menginjak masa studi 7 tahun. Setahun terakhir ni memang Saya berusaha kebutkan untuk bisa segera lulus walau yaa apa adanya. Selain itu juga,perlahan hobi papercraft Saya memudar, hingga tidak ada minat lagi untuk kembali menggeluti papercraft. Entah kenapa, sudah tidak tertarik lagi. Namun bersamaan itu juga muncul hobi baru, yakni kelinci.

Memang tipe Saya yang memang tidak terlalu suka menulis. Maka dari itu, blog ini bisa dibilang sampingan saja. Ya sekedar berbagi cerita. Kendala Saya yang lain dalam menulis blog yakni, ada perasaan dimana ingin berbagi tapi dimana pada saat ini ‘Mbah Google’ dan beberapa ‘mbah-mbah’ lainnya sudah bisa mewakili tempat dimana semua orang menemukan apa yang ingin mereka cari. Jadi yang Saya rasakan dalam setiap menulis di blog, Saya hanya ‘menulis kembali’ apa yang sudah ada, yang sudah pernah di tulis orang lain. Kasarnya ‘copy-paste’ karya / tulisan orang lain. Hal ini bertolak belakang dengan prinsip Saya, ingin bisa berbagi banyak hal dan bisa membuat sesuatu yang baru / beda. Seperti ungkapan,’di zaman saat ini, hal apa yang baru? semua sudah ada’. Hal ini yang membuat Saya kadang berpikir berkali-kali untuk mengisi blog, apakah pantas saya memposting sesuatu info yang mungkin info tersebut sudah di posting oleh orang lain? apakah Saya akan di cap tukang jiplak, plagiarisme? Hal tersebut yang selalu menghalangi Saya untuk bisa mengisi blog ini karena Saya tidak menginginkan hal tersebut.

Namun dengan masih adanya perasaan ingin bisa berbagi, keinginan untuk mengisi blog ini tetap ada, namun mungkin tidak semua info yang Saya posting. Mungkin solusinya dengan memberikan sumber redaksi dari mana Saya dapatkan info tersebut jika memang postingan Saya tersebut bukan yang pertama kalinya. Sembari juga tetap mengedepankan keinginan berbagi di banding perasaan was-was akan penilaian orang lain.

Demikian sedikit cerita mengenai Saya dan blog Saya ini. Bila ada kritik atau saran, sangat diutamakan. Terima kasih. Salam

Dipublikasi di Curahan Hati | Meninggalkan komentar

Bagaimana Melakukan Screenshot / Screen Capture / Print Screen pada Nokia Lumia 520?


Tema mengenai Lumia 520 ini Saya posting dimana setelah Saya mengganti hape Blackberry Saya ke Nokia 520 bekas ortu. Saya mendapatkan hape ini setelah ortu Saya merasa bingung menggunakannya dan akhirnya tetap menggunakan hape lama beliau. Hal ini juga dikarenakan hape Blackberry Saya sedang mengalami trouble sehingga menghambat komunikasi dengan beberapa aplikasi seperti BBM (Blackberry Messanger) dan Whatsapp. Saya beruntung menggunakan Nokia 520 karena sudah bisa menggunakan aplikasi Whatsapp dan BBM walau aplikasi BBM nya masih versi Beta.

Kali ini Saya ingin berbagi salah satu tips menggunakan hape Nokia 520, salah satunya melakukan screenshot pada Nokia 520. Awalnya saya sempat bingung karena berbeda dengan Blackberry yang ada aplikasi screenshot nya, pada Nokia Lumia 520 hal tersebut tidak ada. Setelah bingung, Saya memutuskan untuk googling dan Saya mendapatkan triknya.

Berikut trik melakukan screenshot pada Nokia Lumia 520 :

  1. Pilih pada layar hape, bagian mana yang akan di-screenshot.
  2. Posisikan tangan kiri memegang hape, jari telunjuk tangan kiri di posisi tombol penguncian dan jari jempol tangan kanan di posisi tombol Home (logo Windows).
  3. Tekan secara bersamaan kedua tombol tersebut hingga tampak pada layar seperti ‘blip’ dan ada keterangan ‘Menyimpan ke Tangkapan Layar’. Lakukan secara bersamaan, karena jika hape terkunci atau balik ke layar awal / Home, pertanda screenshot gagal atau penekanan tidak secara bersamaan.
  4. Jika langkah ketiga berhasil, segera cek hasil tanggapan pada Foto – Folder Album – Folder Tangkapan Layar.

Demikian trik screenshot Nokia Lumia 520. Semoga bermanfaat. Salam

sumber pustaka:

http://howtotakescreenshot.org/nokia-lumia-520

Dipublikasi di Sekedar Tips | Meninggalkan komentar

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Kota Bontang, Kalimantan Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta 1434 H / 2013 M


249840249_c636b63d97_b

Memasuki Bulan Ramadhan 1434 Hijriah, Saya coba memberikan jadwal imsakiyah dan berbuka puasa Kota Bontang, Kalimantan Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta

Download:

imsakiyah_ramadhan_1434_H_2013-Kota_Bontang-Kalimantan_Timur_75325-Indonesia

imsakiyah_ramadhan_1434_H_2013-Kota_Yogyakarta-Daerah_Istimewa_Yogyakarta_55211-Indonesia

Semoga bermanfaat. Atas nama pemilik blog ini, Saya mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. Semoga seluruh amal dan ibadah kita di Bulan Ramadhan diterima disisi Allah SWT

note: sumber al-habib.info

Dipublikasi di Others | Meninggalkan komentar

Apa itu Papercraft ?


Papercraft merupakan salah satu hobi Saya, selain futsal dan game. Sebelumnya Saya akan menjelaskan apa itu papercraft. Mungkin sebagian orang memahami papercraft itu boneka kertas. Ada benarnya juga sih. Mungkin sebagian lagi bahkan belum mengetahui apa itu papercraft.

Papercraft ialah seni membentuk suatu objek dari kertas dengan cara menggunting/memotong, melipat dan mengelem.
Objek yang bisa dibentuk dari kertas ini berupa kendaraan, hewan, bangunan bahkan tokoh-tokoh kartun yang ada. Tingkat kesulitan dalam papercraft pun bermacam-macam mulai dari bentuk yang sangat sederhana seperti kotak atau segitiga hingga bentuk-bentuk yang sangat susah yang dimana membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan konsentrasi yang tinggi dalam membuatnya.

Pola-polanya bisa didapat dengan mendownloadnya dari internet ataupun bisa dengan membuatnya sendiri dengan menggukanan software-software yang memadai. Untuk mendapatkan pola-pola yang sudah ada cukup mengetikkan ‘papercraft’ atau ditambahkan dengan nama objek yang ingin kita cari, contohnya ‘naruto papercraft’. Atau dapat mencarinya di situs-situs khusus papercraft yang sudah ada.

Berikut beberapa boneka yang pernah saya rakit sebelumnya:

Kawanan Sapi
IMG-20130128-00883

Koleksi dikamar
Mlati-20121202-00605

Spongebob and Patrick
IMG-20130131-00909

Kawanan Bebek
IMG-20130202-00933

Vivi FF IX
Mlati-20121202-00604

Keropi
Ngaglik-20121215-00680

Doraemon
Mlati-20121224-00728

Angry Bird
IMG-20130202-00928

Naruto
Mlati-20121224-00725

Pokemon Milktank
IMG-20130128-00879

Selamat mencoba!

Dipublikasi di Hobi, Papercraft | Meninggalkan komentar

Pertama kalinya!


Senin siang, 1 Juli 2013, dimana pertama kalinya Saya membuat blog pribadi Saya ini. Dimulai dari ngobrol-ngobrol pada jam kuliah dengan salah satu sahabat Saya, Vit Alian. Saperti biasa setiap kali ketemu bareng, pasti ada aja yang di bicarakan bareng. Mulai dari masalah pribadi, keuangan pribadi, hobi, hingga masalah percintaan.

Pada siang itu kami awalnya membicarakan soal game Football Manager 2012 dimana kami masing-masing bermain dengan game tersebut. Hingga masalah keuangan pribadi yang sama-sama sedang krisis, masalah hobi dan juga soal bisnis. Dari ngomongin soal bisnis inilah, Ian (panggilan akrabnya) yang sudah tau bahwa Saya pernah menjalani bisnis ini dan ingin menyelam lebih jauh, menyarankan agar Saya membuat sebuah blog. Dengan tujuan sebagai media promosi, demi mengembangkan hobi dan bisnis papercraft Saya tadi. Merasa mendapatkan support dan ilmu, jadi Saya coba-coba untuk membuat blog Saya ini.

Kepada Ian, atas dukungan dan ilmunya Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya.

Dipublikasi di Curahan Hati | Meninggalkan komentar